Site Overlay

Kombinasi Nonwoven Geotextile & Drainage Cell sebagai Material Taman Atap yang Cantik

Bukan rahasia lagi bahwa material geotextile kerap dimanfaatkan sebagai material utama untuk lapisan perkuatan. Dalam dunia konstruksi, geotextile terbagi menjadi 4 jenis. Salah satunya adalah nonwoven geotextile yang juga dapat digunakan sebagai filter, separator, protektor, sekaligus stabilisator. Nah, pada kesempatan kali ini, kami, team penulis, akan membahas lebih detail tentang aplikasi nonwoven geotextile yang nantinya akan dikombinasikan dengan drainage cell untuk pembuatan sebuah taman atap yang cantik.

Drainage Cell dan Nonwoven Geotextile

Untuk drainage cell sendiri adalah blok plastik berbahan polypropylene yang berbobot ringan. Drainage cell ini biasanya dipasang dengan pola interlocking. Fungsi utama dari drainage cell ini adalah sebagai media untuk menyimpan sekaligus mengalirkan air permukaan. Dengan karakteristik dan fungsi ini, drainage cell ini sangat cocok digunakan sebagai taman atap. Lantas, seperti apa aplikasi drainage cell dan nonwoven geotextile sebagai dua jenis material utama untuk pembuatan taman atap? Berikut informasinya.

Pembuatan taman atap pada bangunan-bangunan di kota besar menjadi salah satu opsi terbaik sebagai sebuah upaya penghijauan. Nah, untuk mendukung upaya penghijauan ini, sangat direkomendasikan untuk menggunakan drainage cell yang kini banyak dijual di toko-toko perlengkapan berkebun atau juga bisa di toko-toko online. Dalam penggunaannya, drainage cell ini nantinya harus dikombinasikan dengan material nonwoven geotextile. Nonwoven geotextile ini berfungsi sebagai lapisan pelindung pada lapisan dasar bangunan yang akan dibbangun taman atap. 

Fungsi Nonwoven Geotextile

Mungkin banyak di antara kalian yang masih belum tahu banyak tentang material nonwoven geotextile. Material ini merupakan salah satu jenis bahan geosintetis yang biasa digunakan pada proyek-proyek konstruksi besar seperti konstruksi pembuatan jalan raya, bendungan, dan masih banyak lainnya. 

Jenis nonwoven geotextile sendiri sangat mirip dengan lembaran karpet di mana serat-serat bahan sintetisnya tidak dalam bentuk anyaman. Sekilas seperti karpet kain, hanya saja lebih tebal dan lebih kasar permukaannya. Material ini terbuat dari bahan dasar PET alias polymer polyester atau PP alias polypropylene. Pada pembuatan taman atap ini, material nonwoven geotextile ini berperan sebagai separator antara drainage cell dan lapisan dasar, filter, sekaligus stabilisator.

Baca juga: Jenis Velg Dan Alat Press Velg Yang Digunakan

Bahan-Bahan Pendukung Pembuatan Taman Atap selain Nonwoven Geotextile

Untuk membuat taman atap yang aman dan tahan lama, tentunya diperlukan perencanaan dan perhitungan yang tepat dan cermat. Tak hanya itu saja, kita juga memerlukan bahan-bahan pendukung yang berkualitas agar tidak terjadi bocor atau bahkan banjir pada lapisan dasar taman. Salah satu bahan yang wajib kita sediakan selain dua bahan tadi adalah batu kali. Bahan yang berupa batu-batu kali ini harus dipasang dengan menggunakan ijuk lalu diletakan di atas media plat beton. Nah, plat beton ini dipasang tepat di atas geomembrane waterproofing. 

Oh iya, lapisan batu-batu kali ini sebaiknya diatur ketebalannya. Tebal ideal untuk lapisan batu-batu kali ini adalah 20 cm. Dengan lapisan setebal ini, sudah pasti akan menambah beban pada plat beton. 

Tujuan utama pemberian batu-batu kali pada taman atap ini sebagai media penyedia rongga. Rongga-rongga pada media taman akan sangat membantu untuk mengalirkan air pada permukaan. Bahan ijuk di sini juga berfungsi sebagai penyaring atau filter. Lapisan ijuk di sini juga dapat diganti dengan material non woven geotextile.

Adapun beberapa keunggulan dari instalasi taman atap yang terbuat dari kombinasi drainage cell dan nonwoven geotextile adalah sebagai berikut:

Kuat dan Ringan

Drainage cell yang terbuat dari bahan plastic HDPE bersifat sangat ringan, kuat, dan elastis. Karakteristik ini menjadikan drainage cell ini mampu menahan beban yang besar sekalipun. Kemudian bahan dasar plastic HDPE pada drainage cell ini juga membuat media taman ini mempunyai banyak ragam bentuk. Untuk ketebalan dari drainage cell ini kurang lebih hanya 1 cm saja, sedang beratnya hanya sekitar 1 kilogram per meter persegi. 

Drainage cell dengan tebal 1 cm ini biasanya digunakan sebagai media taman untuk spesies tanaman berakar pendek, sedang drainage cell dengan tebal 3 cm sangat cocok sebagai media taman untuk spesies tanaman berakar panjang seperti tumbuhan berkayu.

Drainage Cell Mudah Diinstall

Cara menginstal media tanam ini juga sangat mudah. Cukup dengan memasangnya tepat di atas lempengan beton. Pada bagian lubang drainage cell, ukurannya dapat disesuaikan dengan diameter lubang. Lubang tersebut sebaiknya dipasangi kawat sebagai penahan material nonwoven geotextile. 

Nah, untuk drainage cell yang berbentuk panel, pemasangannya dapat diatur sedemikian rupa hingga menutupi keseluruhan permukaan lantai atap. Gunakan pengait khusus yang umumnya sudah tersedia pada panel untuk manggabungkan panel yang satu dengan panel yang lain. Mudah bukan?

Menampung Air dengan sangat Baik

Drainage cell ini tidak hanya mampu mengalirkan air saja, melainkan juga mampu menahan air dengan sangat baik. Air yang masuk ke dalam panel drainage cell ini sebagian dialirkan dan sebagian lainnya ditampung di dasar cell yang berbentuk seperti mangkuk. Air yang tertampung ini nantinya dapat digunakan oleh tanaman jika tanaman tidak mendapatkan jatah siraman secara teratur. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *