Berbagai Teori Evolusi Manusia Dan Bantahan Dari Ilmu Pengetahuan

Berbagai Teori Evolusi Manusia Dan Bantahan Dari Ilmu Pengetahuan

Ada berbagai teori evolusi manusia yang dicetuskan oleh para ilmuwan. Salah satu yang terkenal adalah teori Darwin. Teoti evolusi yang Darwin ungkapkan menyatakan bahwa manusia berasal dari monyet atau kera. 

Teori ini mendapat bantahan dari banyak ilmuwan. Melalui ilmu pengetahuan dan ajaran agama, teori ini terpatahkan sehingga sekarang hanya menjadi bagian dari sejarah. Keberadaan teori Darwin adalah bagian dari kekayaan intelektual.

Teori Evolusi Darwin 

Berbagai Teori Evolusi Manusia Dan Bantahan Dari Ilmu Pengetahuan

Ketika mempelajari berbagai teori evolusi manusia, pasti nama Darwin selalu muncul. Teori ini menjadi teori paling fenomenal sepanjang sejarah peradaban manusia. Buku The Origin of Species telah banyak orang ke banyak bahasa.

Teori ini mengungkapkan bahwa nenek moyang manusia berasal dari kera. Kemudian waktu dan keadaan alam membuat perubahan fisik pada kera sehingga berbentuk manusia. Teori ini muncul berdasarkan beberapa fosil yang manusia temukan.

Ada berbagai macam bentuk tulang yang menurutnya sebagai cikal bakal bentuk manusia saat itu. Sehingga teori ini mencoba menafsirkan perubahan bentuk tulang dari kera yang berjalan merangkak hingga bisa berdiri tegak. 

Sayangnya teori ini hanya berhasil merangkai perubahan bentuk manusia berdasarkan tulang yang dia temukan. Namun tidak bisa menjawab bagaimana sel kera bisa berkembang dan menghasilkan perubahan kualitas kecerdasan pada manusia. 

Teori ini juga tidak bisa menjawab bagaimana mungkin saat ini manusia masih bisa menemui hewan bernama kera dan sebangsanya. Seperti monyet, gorilla, lutung, dan sebagainya. Jika mereka dahulu sudah berubah bentuk menjadi manusia?

Materi tentang berbagai teori evolusi dan berbagai mata pelajaran lain dapat Anda akses melalui situs Academia. Situs belajar paling mudah untuk mendapat materi lengkap semua mata pelajaran sekolah atau ilmu pengetahuan.

Berbagai Teori Evolusi Manusia Antitesis Teori Darwin

Munculnya teori Darwin memancing berbagai teori evolusi manusia sebagai bentuk perbandingan. Kalau tidak bisa kita sebut sebagai perlawanan. Teori penciptaan, agama, sel, dan bentuk makhluk muncul sebagai hasil penelitian.

Teori Penciptaan

Dalam teori penciptaan, setiap makhluk memiliki ciri khas yang berbeda dengan makhluk lain. Perubahan fisik makhluk tidak dapat mengubahnya menjadi makhluk lain yang berbeda jenis. Baik dari segi fisik maupun mental. Teori ini berbeda dengan berbagai teori evolusi manusia lainnya.

Misalnya jenis burung, tidak dapat berubah dari burung kenari menjadi burung dara atau sebaliknya. Meskipun sama-sama termasuk jenis burung. Namun perubahan bentuk menjadi spesies baru tidak bisa terjadi begitu saja.

Apalagi jika makhluk aslinya (sebelum mengalami perubahan) masih bisa eksis. Makhluk tersebut akan tetap berkembang biak sesuai spesiesnya dan tidak mungkin menjadi spesies baru. Teori Darwin runtuh dalam teori penciptaan.

Teori ini menganggap manusia tercipta sebagai manusia sejak awal penciptaannya. Meskipun tidak secara pasti kapan manusia pertama ada untuk menghuni bumi. Namun mustahil bahwa manusia berasal dari kera.

Berbagai Teori Evolusi Manusia: Teori Agama

Salah satu teori yang dapat menyanggah teori evolusi adalah teori agama. Teori ini menyebutkan bahwa berdasarkan ajaran agama samawi, manusia pertama adalah Adam. 

Teori ini tidak hanya oleh ajaran Islam yang meyakininya saja, tapi juga agama Nasrani dan Yahudi. Jika berbagai teori evolusi manusia lain datangnya dari para ilmuwan, teori ini ada secara langsung dalam kitab suci: Al Qur’an. 

Dalam ajaran agama manapun menolak teori manusia berasal dari kera. Meskipun secara fisik mirip, namun manusia dan kera tidak mungkin berasal dari moyang yang sama. Jika kera bisa berubah jadi manusia, mungkinkah terjadi sebaliknya?

Teori Sel

Contoh teori evolusi Darwin berhasil membangkitkan keingintahuan manusia sedunia. Hal ini memunculkan berbagai teori evolusi manusia lainnya. Benarkah bahwa manusia berasal dari kera? Para ilmuwan mencoba membuktikan. Apakah sel manusia sama dengan sel kera?

Pada masa itu, Darwin hanya dapat membuktikan bentuk sel serupa kotak. Tidak ada definisi bagian-bagiannya. Apalagi teori mengenai DNA yang mampu menjelaskan blueprint makhluk hidup.

Seiring perkembangan teknologi, manusia bisa meneliti persamaan dan perbedaan dirinya dengan makhluk lain. Termasuk dengan kera. Secara fisik ada kemiripan yang tidak bisa kita pungkiri. Seperti susunan tulang, kecuali bagian ekor. 

Manusia hanya memiliki tulang ekor yang tidak pernah bisa memanjang. Sementara ekor monyet juga tidak pernah bisa menjadi pendek. Dari ekor saja, manusia tidak bisa sama dengan kera.

Apalagi bagian kulit, yang mana kera tidak pernah bisa kehilangan bulunya. Bahkan beberapa spesies seperti gorilla memiliki bulu panjang yang tidak ada habisnya. Apakah bulu pada seluruh tubuh manusia bisa sepanjang itu? Tentu tidak.

Baca juga: Penyakit Stroke Wajah

Jika kita teliti lebih lanjut, tidak satupun DNA makhluk yang bisa bermutasi menjadi DNA makhluk lain. Setiap makhluk memiliki kodenya masing-masing. Bahkan kode ini bisa menjelaskan garis keturunan dengan sangat detil.

Berbagai teori evolusi manusia yang muncul sebagai perlawanan terhadap teori Darwis berhasil meruntuhkannya tanpa kecuali. Tidak satupun pondasi dasar teori Darwin dapat bertahan. Sehingga tidak ada lagi orang percaya memiliki moyang kera. Pelajaran mengenai berbagai teori evolusi manusia ini dapat kita pelajari melalui situs Academia. Tempat belajar paling praktis untuk semua mata pelajaran. Situs ini juga menyediakan materi untuk semua jenjang pendidikan.